Welcome to My Story..

Bukan aku tak mau menyapa..
tapi aku tak punya kata perkenalan selain Cinta..

luangkan lah sejenak detik dalam hidupmu dan lihat lah warna kemesraan dan cinta....

With Me..

Sabtu, 12 Mei 2012

Jodoh itu tak bernama..

Jodoh itu tak bernama..
karna belum ku ketahui siapakah Ia..
bagaimana Iman nya..
bagaimana perangainya..
bagaimana parasnya..

Jodoh itu tak bernama..
karna aku tak tahu apa yang ia lakukan..
apa yang ia kerjakan..
apa yang ia bincangkan..
dan seperti apa lingkungannya..

Tapi..
walau Jodohku itu tak bernama..
Tak ku kenal ia sebelumnya..
satu hal yang aku yakini..
Tuhan tlah memberikan semua yang aku butuh dari seorang pria..
dan itu ada di dirinya..

Wahai jodoh tak bernama ku..
dimana pun sekarang engkau berada..
aku tahu engkau pun menanti kehadiran ku di sisimu..
engkau pun merindukanku..
percayalah..
aku pun merindukanmu..
jangan kau khawatir serta gundah dan gelisah..
karna pasti kan tunggu kedatanganmu..
beserta keluargamu..
tuk Halal kan aku..
walau ku tahu Jalan itu masih Panjang..

Wahai Jodoh tak bernama ku..
Singkirkanlah keresahanmu..
Yakinlah dan Percayalah pada NYA ..
Seperti yang telah Sang Maha Pemberi Cinta janjikan ..
dalam surat An-Nur : 26. .
Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu..
Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah..

Wahai jodoh tak bernamaku..
walau penantian ini terasa panjang dan menyesakkan..
Insyaallah..
Di pagi yang indah dengan diiringi kicau sang burung yang merdu..
dan sapaan mentari yang ramah..
bersama nyanyian" cinta dari alam yang akan terus mengalun mengirimkan senandung syurga yang Allah turunkan untuk kita..
serta Tahta pernikahan yang indah dengan hiasan Bunga Ridha dan Restu dari Allah kan kita jumpai..

Wahai Jodoh tak bernamaku..
Sebuah harapan terbesit memang untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. .
Ya… Hari pernikahan. .
Hari dimana kita bisa menumpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah..
Sejenak..
hatiku tersenyum saat menghayalkan nya..
Tapi buru" ku tepis kembali..
karna kenyataannya kau belum ku ketahui, kau belum ada di hadapanku..
meski aku tahu Allah tlah mempersiapkan mu untukku..

Wahai jodoh tak bernamaku..
izinkan aku sebelumnya mengucap maaf padamu..
Karna telah berulang kali datang dihatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu..
Mencoba mengisi hati dan tempat yang kusediakan untukmu..
tapi berulang kali mereka mengaku kalah karna berbagai sebab..
dan kini aku masih menunggumu..
yang akupun belum tahu siapa kah dirimu???

Wahai jodoh tak bernamaku..
Ditengah letihnya hati ini, izinkan aku menunggumu dengan do'a dalam sujud harapku..
Meski kadang rasa putus asa terus menghantuiku..
Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah..

Wahai jodoh tak bernamaku..

bolehkah jika nanti kita bersama..
aku meminta satu alasan saja agar kau menjaga cinta kita, kebersamaan kita..
aku ingin dicintai karna Allah..
Karna DIA akan selalu menjaga hingga nanti ku tak sanggup lagi mencintaimu..
Karna cintaku berpulang padanya..



Kamis, 03 Mei 2012

kami WANITA apa selalu SALAH????

Tidak tahu harus memulai menjelaskan darimana..
karna semuanya seperti sama..
turun temurun..
wanita yang selalu harus bisa menjaga semua hati keluarga dari pasangannya..
tapi tetap saja kadang semua di nilai salah..
apa yang di lakukan tak sepadan dengan apa yang di dapat..
prasangka...
lagi - lagi menjadi momok yang benar - benar tak pernah lepas..
dan prasangka buruk lah yang selalu mengikuti di belakang seorang wanita..
istri..
menantu..
bahkan yang masih calon menantu sekalipun..

kami wanita..
selalu dituntut untuk pintar" membawa diri..
menjaga perasaan semua orang..
menjadi yang selalu mengalah..
walau tak jarang ujung"nya tetap kami yang disalahkan..
tetap kami yang di caci dan di hujat..

wahai engkau pasangan hati kami..
Jangan pernah engkau berburuk sangka pada kami..
yang telah engkau pilih menjadi pendamping hidup mu..
mengertilah bahwa kami juga hanya manusia biasa..
kami hanya ingin engkau percaya..
kami hanya engkau menggenggam tangan kami memberi kami kekuatan..
karna nyatanya tak selamanya kami akan selalu berdamai dengan keluarga besar mu..
karna bagaimana pun kami yang akan berbagi dapur bersama..
percayailah kami..
dan jangan Hakimi kami..